FBI Mengatakan: Alien Itu Memang Ada

DediNews – Sekian lama keberadaan alien menjadi perdebatan, Biro Penyelidik Federal AS (FBI) akhirnya memberi titik terang dan menyatakan bahwa alien memang eksis.

Masih ingat serial The X-Files? Kisahnya mengikuti perjalanan agen-agen FBI pada divisi ‘X-Files’ yang bertugas mengungkap kasus-kasus aneh dan cenderung tak masuk akal. Beberapa kasus yang dipecahkan kerap melibatkan keberadaan makhluk asing yang dikenal dengan sebutan alien.

Kini, sebuah dokumen ‘X-Files’ sebenarnya muncul. Dokumen itu mengklaim, piring terbang yang dikemudikan oleh alien, memang pernah jatuh di bumi. Memo super rahasia ini mendukung teori konspirasi yang selama ini dibuat seputar keberadaan alien di planet ini.

Di Amerika Serikat (AS), salah satu lokasi pendaratan piring terbang alien atau unidentified flying object (UFO) yang paling terkenal adalah Kota Roswell. Dokumen menyatakan, UFO benar-benar mendarat di kota tersebut dan kemudian diangkut ke area rahasia, pangkalan Area 51.

Agen Khusus (Special Agent) mengungkapkan, tiga pesawat luar angkasa berbentuk lingkaran jatuh di bumi pada 1950-an. Dalam pesawat luar angkasa itu, terdapat tubuh-tubuh alien yang tingginya tiga kaki atau tak sampai satu meter.

Menurut ahli UFO Inggris, Nick Pope yang menyelidiki ancaman udara misterius untuk Kementerian Pertahanan negara tersebut menyatakan, ini merupakan bukti penting. “Ini The X-Files yang sebenarnya. Dokumen ini memberikan bukti kepada anda semua,” ujarnya.

Rilisnya dokumen yang mulanya super-rahasia ini, tentunya membuat orang-orang yang meyakini teori konspirasi semakin yakin, keberadaan alien memang sengaja ditutup-tutupi. Pengamat UFO juga gembira karena dokumen itu bisa menjadi bukti alien dan piring terbang memang sungguhan.

Temuan UFO yang menakjubkan di Roswell, New Mexico, dirinci oleh agen FBI Guy Hottel dalam memo bertanda tahun 1950, kepada direkturnya. Hottel merinci apa yang ditemukan oleh penyelidik Angkatan Udara AS itu.

“Tiga benda yang disebut piring terbang telah ditemukan di New Mexico. Benda itu berbentuk lingkaran yang bagian tengahnya agak terangkat sekitar 50 cm. Setiap benda diisi oleh tiga tubuh seperti manusia, namun tingginya tiga kaki dan mengenakan pakaian metalik dengan tekstur yang bagus,” tulisnya.

Hottel menjelaskan, pakaian khusus yang dikenakan para alien itu serupa dengan pakaian pilot penguji atau penerbang kecepatan tinggi. Nama si penyelidik AU, dispidol hitam dalam memo bertajuk ‘Flying Saucers’ (Piring Terbang) itu. Tak ada tanggal pasti penemuan itu.

Menurut Hottel yang saat itu memimpin kantor operasional FBI Washington, radar Roswell menyebabkan masalah teknis pada UFO dan menyebabkannya jatuh. Pemerintah, lanjutnya, memasang radar berkekuatan tinggi dan mungkin menyebabkan masalah di mekanisme kemudi UFO.

FBI mempublikasikan dokumen ini bersama ratusan arsip online lainnya yang disebut The Vault. Roswell menjadi tempat yang populer setelah laporan-laporan jatuhnya UFO muncul dekat pangkalan militer di kota tersebut, kemungkinan pada 2 Juli 1947.

Tubuh alien itu dikatakan telah diambil dan diotopsi di Area 51, Nevada dan otoritas Amerika berusaha keras menutupinya. Memo rahasia FBI lainnya yang juga ditemukan, memastikan insiden UFO Roswell pada 1947.

Memo bersifat ‘urgent’ kepada direktur FBI ini mengklaim pada tahun yang sama, sebuah obyek berbentuk cakram terbang ditemukan di pangkalan. Cakram itu berbentuk heksagonal dan ditahan oleh balon dan kabel.
Mulanya, cakram itu diduga balon cuaca. Namun memo itu mengklaim AU Amerika tak yakin. Militer kemudian menyimpan puing-puingnya serta menyatakan balon pengawas ketinggian, sebuah eksperimen.


Ini Dia Ilmuan Temukan Dunia Alien di Es Rusia

DediNews - Banyak orang berasumsi es kedalaman laut lepas pantai di barat laut Rusia tidak menyimpan keunikan alam bagi fotografer. Namun, ahli biologi kelautan malah temukan ‘dunia alien’.

Dengan menerjang elemen beku untuk menangkap tampilan monster indah, ahli biologi kelautan Alexander Semenov berhasil mendapatkan penampakan spesies warna-warni yang belum pernah direkam sebelumnya. Wajar, perjuangan itu tidak sia-sia mengingat Semenov menghabiskan waktu dua tahun di White Sea Biological Station, Rusia.

Semenov berhasil mendokumentasikan perbedaan mencolok antara spesies yang di bawah es itu dengan spesies sama namun telah berevolusi karena hidup di perairan hangat seluruh dunia. Semenov mengatakan, seperti dikutip dari Daily Mail, fauna laut di laut dingin tidak memiliki kemiripan apapun dengan spesies yang sama namun hidup di dunia yang ‘berbeda’. Ia tidak pernah menemukan makhluk hidup ini sebelumnya.

“Ketika saya pergi ke bawah air untuk pertama kali, saya benar-benar terkejut. White Sea benar-benar menunjukkan kepada saya sebuah dunia alien. Beberapa diantaranya merupakan makhluk yang luar biasa,” kata Semenov lagi.

Penampakan tersebut termasuk kerangka udang pink cerah, malaikat laut aneh dan kupu-kupu laut yang mirip bekicot. Selain itu ada pula ragworm, sandworm dan Amphipoda crustacean. “Sebagian besar makhluk yang ada hanya pernah dilihat oleh beberapa spesialis dan ahli biologi kelautan. Mereka semua tinggal di laut dingin di daerah terpencil di dalam lingkaran Artik.”
Bahkan, Semenov mengaku beberapa diantara hewan itu tidak dapat dilihat dengan mata telanjang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar